MENGENAL LEBIH DEKAT MASJID RAHAYU


TUGAS MENGGALI SEJARAH ISLAM KAMPUNG
“MENGENAL LEBIH DEKAT MASJID RAHAYU”





Disusun Oleh :
Nama : Lhana Pertiwi
NIM : 175231030
Prodi : Perbankan Syariah 1A
Mata Kuliah : Sejarah Peradaban Islam


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
TAHUN 2017/2018




MENGENAL LEBIH DEKAT MASJID RAHAYU
KELURAHAN BUMI, KECAMATAN LAWEYAN, SOLO



PENDAHULUAN


TUJUAN
Ø  Untuk mengetahui lebih rinci mengenai sejarah dan keadaan Masjid Rahayu
Ø  Untuk mengetahui perkembangan masjid yang dapat disumbangkan terhadap peradaban islam

KEUNIKAN
Setiap tempat pastinya memiliki suatu sisi yang unik, sama halnya dengan tempat – tempat lain Masjid juga memiliki keunikan masing – masing. kali ini membahas mengenai uniknya nama Masjid Rahayu, masjid yang berada di daerah kelurahan Bumi Kecamatan Laweyan Solo ini memiliki nama yang tidak berbau bahasa arab seperti masjid – masjid lainnya.

METODE
Ø  Wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (I.Djumhur dan Muh.Surya, 1985).
Narasumber
Nama         : Ibu Kusrini
Alamat      : Tegalayu Rt 03 Rw 02, Bumi, Laweyan, Surakarta
Peran         : Sebagai Remaja Masjid tahun 80’an
Ø  Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi).



PEMBAHASAN


LETAK

Masjid rahayu adalah masjid yang terletak kampung Tegalayu RT 02/RW 04, kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, kota Surakarta. Masjid ini letaknya sangat strategis karena tepat berada di pinggir jalan yang sering dilalui kendaraan bermotor. Masjid Rahayu juga berada disebelah pukesmas penumping. Puskesmas Penumping dulunya berada di daerah penumping atau belakang Solo Grand Mall, namun sekarang pindah di sebelah Masjid Rahayu. Masjid ini lumayan luas dan besar, lebarnya 284 meter dan panjangnya 224 meter. Dulu sebelah selatan masjid adalah pemakam, namun sekarang sudah dipindah.
Sebelum menjadi puskesmas  di sebelah selatan masjid ini dibangun sebuah sekolah yaitu SDN Reksonggadan tapi karena tidak mendapat murid, maka digabungkan dengan SDN Bumi II (pindah ke sd Bumi II). Walau sudah dibangun sekolah namun masih ada makamnya, kerena belum sepenuhnya makam – makam tersebut dipindahkan. Dan Karena sekolah tersebut kosong maka disewa oleh SD Ar risalah. Dan direnovasi dan dibangun menjadi sebuah  puskesmas. Masjid ini juga berada beberapa meter di sebelah timur hotel Griya Kencana. Jika mencari di google maps masjid ini berada di jalan latar ireng di depan warung waluyo. 

KONDISI
Bangunan masjid ini direnovasi satu kali, dulu sebelum direnovasi bangunannya sangat sederhana. Dinding masjid terbuat dua material yang berbeda, yaitu dari setenggah batu bata dan setengah lagi kayu. Saat masuk masjid ini tidak ada serambi, langsung tempat untuk shalat. Masjid ini pun shalatnya dibagi setengah untuk perempuan dan setengah lagi untuk laki – laki. Masjid ini dikeliling oleh pohon bambu, dan berada tepat disebelah makam. Tempat wudhunya pun dulu sangatlah unik, seperti bak mandi  permanen yang panjang. Lalu dialiri air sehingga cara mengambil wudhunya dengan mengunakan kedua telapak tangan yang disatukan.
Sekarang sudah cukup bagus, bangunan masjid berbentuk kubah beton permanen, disetiap bagian dindingnya pun setengah tembok bercat krem dan setengah diberi jendela kaca. Jika masuk kedalam akan terasa sejuk karena sudah menggunakan AC. Di dalam masjid sebelah pojok kanan ada tempat rak kaca untuk menaruh Al – Quran. Dan dibawahnya untuk mengatur soundsistem. Lantai masjid pun sudah terbuat  dari marmer putih yang terlihat bersih. Tempatnya terlihat luas karena addanya serambi masjid. Serambi ini biasanya digunakan untuk pengajian, TPA, atau kegiatan lainnya. Dan sekarang berwudhu dengan menggunakan kran, yang tempatnya dibagi menjadi dua sisi, sebelah selatan untuk perempuan dan sebelah utara untuk laki – laki.

KEGIATAN
Kegiatan yang ada di masjid rahayu tidaklah berbeda dengan masjid – masjid lain. Disetiap harinya masjid ini memiliki jadwal rutin kegiatan, seperti pengajian, tadarus Quran dan TPA untuk anak – anak. Pertama adalah pengajian, pengajian sendiri dibagi menjadi dua, yaitu pengajian ahad pagi yang dilaksanakan hari minggu saja. Dan juga ada pengajian rutin ba’da maghrib atau pun ba’da subuh. Kegiatan pengajian pada hari minggu atau malam senin ba’da maghrib diisi oleh bapak K.H. Abdullah Azqari. Lalu pada hari selasa ba’da maghrib pengajian fiqih kitab bidayatul hidayah yang diisi oleh bapak Zainal Abidin. Hari kamis ba’da subuh ada pengajian mengenai tafsir munir oleh bapak Agus Himawan. Dan pada hari kamis juga, ba’da maghrib pengajian mengenai kajian hadits Riyadus shalihin oleh bapak Nurhadi. Lalu pada hari jumat ba’da maghrib ada pengajian fiqih diisi oleh bapak Muh. Irfan. Dan untuk pengajian umum pada hari minggu disebut pengajian ahad pagi, diisi dengan mengundang ustad – ustad dari luar wilayah masjid.
Selain pengajian kegiatan yang ada dimasjid tersebut antara lain yaitu semaan atau tadarus Al-Quran yaitu pada hari senin ada kegiatan seaman Al-Quran.  Lalu hari rabu ba’da maghrib tadarus ibu – ibu, dan pada hari kamis ada tadarus Al-Quran bapak bapak. Lalu pada hari selasa, kamis dan sabtu ada kegiatan masjid yaitu TPA pada sore hari. Dan juga pada hari sabtu ba’da isya ada latihan hadrah remaja masjid rahayu.

SEJARAH MASJID
Sejarah berdirinya masjid rahayu diawali dengan pemeberian tanah wakaf oleh alm. Bapak Atmotenoyo kepada pihak pengelola masjid. Karena mendapat bantuan dari para donator yang merupakan jamaah masjid, maka masjid yang cukup sederhana ini dapat melakukan pemugaran atau renovasi.  Masjid ini mengalami perubahan atau pemugaran tahun 1980. Saat pemugaran, peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 1980. Lalu setelah pemugaran selesai ,  dilakukan peresmian masjid  pada tanggal 27 Februari 1982.
Sebelum mengalami perubahan atau pemungaran masjid ini bersebelahan langsung dengan pemakam dan dikelilingi pohon - pohon bambu. Bangunan masjid pun masih sederhana, berdinding setengah batu bata dan setengah lagi kayu. Masjid tidak memiliki serambi dan untuk shalat bagunannya dibagi dua. Tidak seperti yang seharusnya yaitu laki - laki di depan dan perempuan dibelakang. Tapi ini bersebelahan antara laki – laki dengan perempuan dan hanya diberi sekat diantara keduanya.
Dan juga saat mengadakan pengajian atau kegiatan – kegiatan lain, semuanya dilakukan di halaman masjid. Dengan menata kursi – kursi di bawah pohon bambu yang menghadap ke mimbar. Harus diberi kursi karena masjid dulunya tidak memiliki serambi. Walaupun kegiatannya dilakukan pada malam hari, tetap berada dihalaman masjid dibawah pohon bambu. Dan jamaah yang hadir saat pengajian pun juga lumayan.
Sekarang sudah berbeda, masjid sudah sangat nyaman untuk digunakan melaksanakan kewajiaban beribadah. Saat masuk masjid sudah teduh karena halaman masjid diberi atap dari seng. ada dua gerbang jika ingin masuk kedalam masjid yaitu gerbang utara dan gerbang timur. Bangunan masjid bercat warna krem yang terlihat serasi dengan lantai marmer putih. Bentuk masjid yaitu kubah beton permanen yang di tumpu oleh pilar – pilar berbahan batu bata yang diberi lapisan kayu diluarnya.
Selain dinding yang berwarna krem, dinding – dinding tersebut terdapat jendela kaca tembus pandang yang besar. Jika masuk ke dalam masjid hawa sejuk pun terasa karena searang sudah memaki AC. Saat berada di dalam masjid ditenggahnya terdapat lampu gantung yang besar. Terdapat juga rak kaca untuk menaruh Al – Quran dan dibawahnya ada rak untuk tempat mengatur sound sistem di bagian pojok kanan di dalam masjid. Di tempat imam sebelah utaranya ada mimbar untuk mengisi tausiyah saat shalat jumat atau shalat ied. Lalu disebelah selatan tempat imam ada jam lonceng kuno yang berumur kurang lebih 50 tahun.
Dan pengajian atau kegiatan lain di masjid dilaksanakan di serambi masjid. Karena serambi masjid yang luas dan juga teduh sehingga kegiatan – kegiatan dapat dilaksanakan di serambi masjid denga nyaman. Masjid ini memiliki dua mimbar yang berada di dalam masjid dan di serambi masjid. Yang pertama, mimbar dalam yang digunakan untuk mengisi tausyah saat shalat jumaat dan shalat ied. Kedua adalah mimbar yang berada diluar atau di serambi masjid digunakan untuk pengajian rutin jamaah ataupun pengajian umum ahad pagi. Dan juga di serambi masjid biasanya digunakan untuk kegiatan TPA anak – anak dan juga untuk latihan hadrah remaja masjid.
Disebelah selatan masjid terdapat tadon air besar permanen yang berdiri kokoh. Juga ada kolam untuk sesudah wudhu di sebelah timur masjid. Tempat wudhunya disebelah timur masjid menghadap ke utara. Lalu ada kolam sesudah wudhu untuk menghubungkan ke serambi masjid. Terdapat kentongan kayu besar yang digantungkan di atas kolam. Namun Karena sekarang ada renovasi kontangan tersebut dipindahkan disebelah timur masjid dekat dengan parkiran. Jamaah masjid yang membaawa kendaraan dapat memparkirkannya di halaman masjid sebelah timur ataupun utara masjid.
Tahun kemarin (2016) masjid rahayu mendappat perluasan tanah dari pemerintah disebelah selatan masjid. Tanah ini digunakan kemarin untuk shalat idul adha dan menyembelih hewan Qurban. Sekarang tanah tersebut sedang dibangun tempat wudhu. Karena tempat wudhunya dulu berada pinggir disebelah timur masjid. Namun karena mendapat penambahan tanah dari pemerintah, tempat wudhu yang tadinya dipinggir menjadi berada di tengah – tengah halaman. Dan ini perlu dipindahkan agar dapat lebih leluasa lagi dalam penggunaan halaman masjid.
Saat shalat jumat atau shalat ied biasanya, bisa sampai halaman masjid. Bahkan sampai menutup jalan di sebelah utara masjid untuk digunakan sebagai tempat shalat. Hal ini disebabkan karena kapasitas luas masjid yang kurang. Dan penambahan tanah dari pemerintah adalah langkah yang baik karena sekarang shalatnya tidak sampai ke jalan. Ada pula rencana untuk memanfaatkan tanah perluasan dari pemerintah untuk dibangun ruang atau perpustakaan untuk kegiatan TPA.

UNIKNYA MASJID
Keunikan masjid ini terletak  pada namanya yaitu Rahayu. Nama masjid ini tidak seperti masjid – masjid lain yang menggunakan bahasa arab. Pengurus atau pengelola masjid jaman dulu sepakat menamai masjid dengan mengambil nama dari salah satu anak takmir masjid pada saat itu. Nama anak takmir masjid tersebut adalah Sri Rahayu. Dan mereka mengambil nama belakangnya yaitu Rahayu, nama ini disepakati karena artinya sendiri yang bagus yaitu selamat. Hali ini yang membedakan masjid Rahayu dengan masjid – masjid lain.
Disini juga ada yang unik selain nama masjid, yaitu jam lonceng kuno yang kira kira umurnya 50 tahun. Jam ini berada di dalam masjid sebelah selatan tempat imam. Lalu ada kentongan besar kuno yang juga berusia kurang lebih 50 tahun. Di sebelah luar masjid bagian selatan ada tendon air besar permanen yang juga berdir kokoh. Dan juga di di dapur masjid sebelah barat masjid terpampang nama – nama panitia pembangunan masjid rahayu.

ORGANISASI KEREMAJAAN
Menurut narasumber wawancara, organisasi keremajaan masjid ini tahun 80-an adalah masa – masa keemasannya. Karena banyak mahasiswa atau pelajar disekitar masjid yang ikut aktif berpartisipasi dalam organisasi remaja di masjid. Dan pada tahun tersebut remaja masjid memiliki kegiatan sendiri yaitu latihan bertausyah di depan teman – teman remaja lain saat itu. Diajari juga cara menulis materi, namun bagi yang tidak bisa sudah disiapkan materi dari Pembina remaja masjid tinggal nanti diampaikan kepada teman – teman remaja masjid. Hal ini menguji keberanian dan rasa kepercayaan diri para remaja masjid saat itu. Dan remaja masjid lah yang mengelola pengajian ahad pagi.
Dulu juga ada  remaja masjid disekitar laweyan yang membentuk organisasi perkumpulan remaja – remaja masjid sekelurahan laweyan dan sekitarnya. Yaitu FOKAREM atau Forum Komunikasi Antar Remaja Masjid. Organisasi ini dibentuk agar antar sesame remaja masjid dapat berbagi ilmu mengenai keagamaan dan lain – lain. Namun sepertinya sekarang sudah tidak aktif organisasi tersebut karena menurut narasumber, organisasi tersebut tidak ada generasi penerusnya.
Namun sekarang remaja masjid agak kurang keaktifannya. karena kesibukan masing – masing yang menjadi kendala untuk berkumpul. Walau remaja masjid kurang aktif, pengajian ahad pagi masih tetap berjalan lancar. Karena ada ibu – ibu pengurus masjid yang mengelola. Latihan hadrah pun masih dilakukan pada sabtu malam oleh remaja masjid yang ada.



REFLEKSI


Menurut saya berdasarkan perkembangannya, masjid ini menyumbangkan pemikiran bahwa pembangunan masjid atau pemungaran masjid membawa dampak baik. Yaitu kegiatan masjid yang sudah baik maenjadi lebih sesuai dengan syariat atau ajaran agama islam. Dilihat dari posisi shalat yang tadinya laki – laki dan perempuan bersebelah sekarang menjadi sesuai, yaitu depan untuk laki – laki dan belakang untuk perempuan. Juga masalah nama tidaklah harus berbahasa atau berbau – bau arab, yang penting adalah tujuan kita beribadahnya ditujukan kepada Allah SWT.


Lampiran :


Masjid Rahayu tampak depan

Masjid ika dilihat dari dalam halaman

Bukti pemugaran masjid tahun 1980





terdapat jam lonceng dan mimbar


nama - nama panitia pembangunan masjid




Komentar