Tugas Metodologi Studi Islam
Nama : Lhana Pertiwi
NIM : 175231030
Kelas : PBS 2A
Tugas Mata Kuliah
Metodologi Studi Islam
Mencoba
Mie Jepang
Saya
dan teman lainnya mendapat tugas untuk mengamati remaja islam yang sedang makan
atau nongkrong di café maupun restoran. Dan seminggu seteah pemberitahuan
tersebut kami membagi kelompok sendiri
menururt absen dan memilih undian tempat makan café atau restoran yang akan
dijadikan tempat observasi nanti. Dan saya bersama dua orang teman lainnyanya
mendapat undian di OCM mie ramen solo grand mall. Ternyata tempatnya ada di
foodcourt, dan umumnya bukan hanya satu masakan atau satu restoran saja yang
membuka gerai disana.
Dan
teman sekelas saya yang lain seperti mendapat tempat makan yang hanya
dikunjungi oleh orang yang mampu ataupun mau memakan masakan disana, seperti
restoran shusi, cofe shop atau masakan korea. Saya dan kedua teman sekolompok
saya medndapat tempat makan yang jika dilihat cukup merakyat yaitu di foodcourt
solo grandmall. Sebelum hari H dianjurkan untuk menabung uangnya sebagian untuk
pergi ke café atau restoran. Dan saya sudah menabung jauh – jauh hari.
Namun
sebelumnya kita review kembali saat setelah pengambilan undian. Salah satu
teman sekelompok saya menyarankan untuk menganti tempat observasi kelompok
kami. Namun saya menolaknya karena tempat ini lumayan terjangkau dari segi
harga makanan disana. Karena jujur selain karena grandmall lumayan dekat dengan
rumah, saya tidak berani masuk ke tempat – tempat yang menjual produk mereka
dengan mahal. Dan saya rasa observasi tempat, makana dan suasana yang kelompok
kami datangi sangatlah memberi kesan berbeda dengan kelompok lain.
Dan
hari dimana saya dan kelompok saya melakukan observasi pun tiba. Setelah selesai
dua mata kuliah di hari kamis kemarin, saya dan teman saya memutuskan untuk
melakukan observasi hari itu juga. Karena sekelompok ada 3 orang untk
meminimalisir penggunaan motor teman saya berbocengan dan saya mengendarai
motor sendiri. Karena selesai makul pukul dua belasa lebih, dengan cuaca yang
sedang panas – panasnya saya dan teman saya mengendarai motor utnuk samapi ke
grand mall. Kira kira menempuh waktu 30 atau 40 menit untuk sampai ke mall
tersebut.
Kita
datang di siang hari karena pada umumnya mall sudah buka mulai pukul Sembilan
dan jam – jam makan siang akan banyak orang – orang atau para remaja yang
istilahnya mencari makan di mall tersebut. Dan benar setelah sampai disana
sudah banyak kendaraan bermototr yang parkir, saya memilih parkir diluar mall
yang berada tepat disamping atau barat mall. Setelah mengurus tiket parkir dan
lainynya, saya dan teman – sekelompok masuk ke grandmall. Merasa sangat lapar
karena kita kesana pas setelah mata kuliah selesai, kami berjalan dengan
agakmlambat menaiki escalator hingga sampai ke lantai empat. Samapin di
food court tersebut, saya merasa
khawatir mengira temapt makan tersebut sudah tutp gerai atau pindah dari mall
tersebut.
Saat
saya mulai pesimis, tiba – tiba teman saya memberi tahu sebelah mana tempat
memesan makan tersebut. Dan kami langsung duduk di kursi depan mie ramen OCM. Karena
kursi yang ada di meja tersebut hanya 2 maka pegawai ramen tersebut dengan
ramah mengambilkan kursi dan memeberikan daftar menu dari mie ramen OCM
tersebut. Dan kita pun memilihnya agak lama karena binggun mau membeli yang
mana. Setelah beberapa menit pegawai mie tersebut datang membawa kertas beserta
bolpoint, siap untuk menulis pesanan kami.
Pada
umumnya di foodcourt tersebut kita yang mendatangi tempat makannya dan memesan
serta langsung membayar. Tapi tidak tahu kenapa, hari itu kami yang didatangi
dan tawari langsung oleh pegawai tersebut. Kalau masalah ditawari, memang
sistem di foodcourt tersebut saat kita duduk dan belum memesan apapun maka kita
akan didatangi oleh beberapa pegawai dari produk makanan yang berbeda untuk
memesan makanan di tempat mereka.
Dan
tipsnya jika ingin datang untuk makan salah satu produk disana, sebaiknya
mendatangi tempat makan yang diinginkan dan memesannya terlebih dahulu. Nanti
akan diberi bill dan nomor meja dari produk tersebut serta juga akan ditanya
mengenai ingin duduk di sebelah mana. Dan makanan akan diantar oleh pegawai
disana. Baru memilih tempat duduk, agar nyaman untuk menunggu makanan atau
menegerjakan sesuatu karena sudah memiliki nomor meja jadi tidak akan dinganggu
pegawai – pegawai lain dari produk makanan yang berbeda.
Setelah
heboh memilih menu apa saja yang akan dipesan dan saya memutuskan untuk memesan
Naga Ramen dan minumnya Milky Berry. Dan
teman yang lain yaitu Puji memesan Turbo Ramen, Milky Safira dan Kepiting Pop.
Serta Anggi memesan Combo Ramen dan minumnya Milky Berry. Kami memilih makanan
– makanan tersebut yang berada dipaling atas dalam menu. Atau dapat dibilang
yang paling mahal, namun tetap terjangkau harganya karena masih dilingkungan
solo grandmall. Pegawainya menjelaskan mengenai makan dan minuman yang kami
pesan contohnya ramen tersebut dapat juga dipesan tidak pedas walaupun judulnya
Hot Ramen Noodle. Dan juga minumnya Milk Berry dari Fanta diberi susu kental
putih dibagian bawahnya. Sedangkan minuman Milk Safira terbuat dari pepsi yang
dibagian bawahnya diberi susu kental putih juga.
Setelah
itu pegawai tersebut langsung memberikan pesanan kepada kasir dan kasir
menyampaikan nya ke koki disana. Dapat dilihat dari luar pembuatan mie
tersebut, karena tidak ada sekat yang membatasi antara kasih dengan dapur
disana. Setelah beberapa menit, tidak lama, makanan yang kami pesan pun datang
sambil diberi bill. Karena terbiasa makan di food court membayar dulu, saya pun
menanyakan hal tersebut dengan teman yang lain. Dan ada yang bertanya kepada
pegawainya bagaimana membayarnya nanti
apa sekarang, pegawai tersebut menjawab bia sekarang bisa nanti. Dan
kita membayar setelah makanan selesai disantap.
Dan
saat makanan datang, saya sedikit kecewa karena tidak sesuai dengan ekspektasi
yang saat itu sedang lapar – laparnya karena bertepatan dengan jam makan siang.
Mangkuk nya sangat standar, tidak besar sesuai yang saya bayangkan. Ada dua
mangkuk sati mangkuk kecil seperti wadah sambal di warung – warung dekat kampus
berisi pangsing goreng kecil - kecil dan satu mangkuk berisi mie ramen beserta
topping sesuai pesanan.
Rasa
makanannya lumayan enak, kata pegawainya diberi kuah yang sama seperti ramen
asli yaitu ditamabah dengan soyu yang membuat kuah tersebut menjadi berbeda
dengan mie lainnya. Namun saya merasakan ada rasa yang sedikit sama dengan kuah
mie instant rasa kari. Mie nya pun berbeda, kalau mie yang lain gendut – gendut
kalung mi tersebut langsing – langsing. Hehe. Atau mienya berbentuk pipih
dengan ukuran agak besar.
Rasa
topping pesanan saya pun lumayan saya beri nilai 7,5 karena rasanya tidak
terlalu membuat terkejut lidah saya. Keseluruhan rasa makanan yang saya makan
saya beri nilai 8. Karena tidak sesuai ekspektasi, namun makanan kami tetap
habis karena sangat lapar dan setelah memakan itu masih tetap lapar. Saya
adalah orang yang gemar sekali memakan mie dengan berbagai rasa dan mulai mie
yang kecil, gendut maupun pipih. Saya tipe orang yang akan menghabiskan semua
jenis mie tersebut, walaupun saya mengatakan rasa mienya tidak enak. Hehe. Dan
rasa kepiting popnya yang membuat saya merasa inin membeli lagi jika datang
kesana, sangatlah berkesan kepiting pop tersebut.
Dan
observasi yang kami lakukan bukan masalah rasanya, tapi mengamati remaja –
remaja islam yang makan ataupun nongkrong disana. Saya melihat banyak dari
kalangan anak kuliah ataupun pegawai – pegawai yang sedang beristirahat disana.
Karena jam tersebut belum jam pulang anak sekolah yang sampai sore sekitar jam
tiga an. Yang membuat mereka kesana dan mencoba masakan mie ramen tersebut atau
makan lain disana selain rasa suka juga ada rasa penasaran mencoba sesuatu yang
asing.
Ramen
sendiri banyak sekali dipromosikan oleh negara asalnya yaitu jepang. Mulai dari
kartun – kartun atau manga yang didalamnya ada cerita saat memakan ramen
dikedai yaitu dalam komik, manga ataupun kartun jepang Naruto. Yang cukup
digemari oleh remaja – remaja yang senang membaca ataupun menonton manga dan
film naruto tersebut. Saya pun juga penasaran mengenai rasa ramen saat melihat
film Naruto dalam acara televisi. Karena terlihat sangat enak dan menarik cara
memakan ramen yang dilakukan oleh tokoh utmanya naruto. Sampai habis bermangkok
mangkok ramen saat makan dikedai.
Dan
disana hanya diguanakan untuk istirahat makan siang saja langsung pulang karena
tempatnya yang ramai dan lumayan terbuka sehingga mungkin agak kurang leluasa
untuk saling ngobrol dengan intens dengan teman ataupun keluarga.Mereka juga
makan sesuai dengan adab dan aturan dalam islam yaitu menggunakan tangan kanan
walaupun agak bekerja lebih lagi. Karena jika makan steak atau yang menggunakan
garpu, yang merupakan bawaan dari luar negeri.
Kesimpulannya
yaitu para remaja umumnya pada masa perkembangan zaman dan terbukanya teknologi
membuat mereka merasa penasaran dengan suatu yang terlihat menarik dalam suatu
tayangan televisi maupun berasal dari internet. Dan Jepang sendiri merupakan
negara maju yang banyak sekali teknologi – teknologi canggih yang digunakan
untuk memplubikasikan budaya, pariwisata maupun kuliner dengan sangat menarik.
Dan membuat pararemaja bahkan saya merasa ingin mencoba kuliner dari negara
tersebut.
![]() |
| pesanan saya |
![]() |
| hasil Plagramme |









Komentar
Posting Komentar